Pencegahan Malaria

May 21, 2010 at 12:19 pm (Kesehatan) ()

1.Menggunakan kelambu (bed net) pada waktu tidur, lebih baik lagi dengan kelambu berinsektisida.
2.Mengolesi badan dengan obat anti gigitan nyamuk (repellent).
3.Menggunakan pembasmi nyamuk, baik bakar, semprot maupun lainnya.
4.Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi.
5.Letak tempat tinggal diusahakan jauh dari kandang ternak.
6.Mencegah penderita malaria dan gigitan nyamuk agar infeksi tidak menyebar.
7.Membersihkan tempat hinggap/istirahat nyamuk dan memberantas sarang nyamuk.
8.Hindari keadaan rumah yang lembab, gelap, kotor dan pakaian yang bergantungan serta genangan air.
9.Membunuh jentik nyamuk dengan menyemprotkan obat anti larva (bubuk abate) pada genangan air atau menebarkan ikan atau hewan (cyclops) pemakan jentik.
10.Melestarikan hutan bakau agar nyamuk tidak berkembang biak di rawa payau sepanjang pantai.
11.Usaha pengobatan pencegahan secara berkala, terutama di daerah endemis malaria.
12.Menjaga kebersihan lingkungan dengan membersihkan ruang tidur, semak-semak sekitar rumah, genangan air, dan kandang-kandang ternak.
13.Memperbanyak jumlah ternak seperti sapi, kerbau, kambing, kelinci dengan menempatkan mereka di luar rumah di dekat tempat nyamuk bertelur.
14.Memelihara ikan pada air yang tergenang, seperti kolam, sawah dan parit. Atau dengan memberi sedikit minyak pada air yang tergenang.
15.Menanam padi secara serempak atau diselingi dengan tanaman kering atau pengeringan sawah secara berkala
16.Menyemprot rumah dengan DDT

Pencegahan dengan obat. Obat yang biasa digunakan adalah klorokuin difosfat, karena obat ini efektif terhadap semua jenis parasit malaria. Aturan pemakaiannya adalah :

Pendatang sementara ke daerah endemis, dosis klorokuin adalah 300 mg/minggu, 1 minggu sebelum berangkat selama berada di lokasi sampai 4 minggu setelah kembali.
Penduduk daerah endemis dan penduduk baru yang akan menetap tinggal, dosis klorokuin 300 mg/minggu. Obat hanya diminum selama 12 minggu (3 bulan).
Semua penderita demam di daerah endemis diberikan klorokuin dosis tunggal 600 mg jika daerah itu plasmodium falciparum sudah resisten terhadap klorokuin ditambahkan primakuin sebanyak tiga tablet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: